Lompat ke isi utama

Berita

Kolaborasi Merawat Demokrasi: Bawaslu Soppeng Ajak Parpol Bersinergi Jaga Regulasi

Kolaborasi Merawat Demokrasi: Bawaslu Soppeng Ajak Parpol Bersinergi Jaga Regulasi

Demokrasi yang sehat tidak bisa digarap sendirian oleh penyelenggara Pemilu. Menyadari hal tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Soppeng menggelar forum Konsolidasi Demokrasi pada Rabu (15/7/2026) di Kantor Bawaslu Soppeng.

​Lewat forum ini, Bawaslu Soppeng ingin merangkul partai politik (parpol) bukan sebagai objek yang diawasi secara kaku, melainkan sebagai rekan kerja strategis untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan kondusif.

Belajar dari Pengalaman Pemilu 2024
​Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Soppeng, Abd. Jalil, memaparkan beberapa catatan evaluasi dari Pemilu 2024. Isu-isu sensitif ini diharapkan menjadi tantangan bersama yang harus diantisipasi secara bijak demi menjaga integritas demokrasi kita, di antaranya:

- ​Praktik Politik Uang (Money Politics): Upaya transaksional yang mencederai kemandirian dan objektivitas pemilih.

- ​Netralitas ASN: Pentingnya menjaga sikap profesional dan komitmen tidak memihak dari Aparatur Sipil Negara.

- ​Pemanfaatan Fasilitas Negara: Perlunya memastikan aset atau anggaran negara tidak disalahgunakan untuk kepentingan kampanye tertentu.

​"Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri di lapangan. Parpol adalah pilar utama demokrasi. Kami ingin ada komitmen bersama sejak dini agar ke depan kita bisa melakukan pencegahan pelanggaran ini secara kolektif," tegas Abd. Jalil.

​Melalui kolaborasi yang harmonis ini, parpol di Soppeng diharapkan tidak hanya fokus dalam kontestasi meraih kursi legislatif, tetapi juga ikut ambil bagian dalam memberikan edukasi politik yang positif kepada konstituennya agar selalu patuh pada regulasi yang berlaku.

Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Soppeng

Editor : Humas Bawaslu Soppeng

Tag
Berita